Uncategorised

MA Al-Azhar Menganti Aktif Ikuti Workshop Kurikulum Berbasis Cinta

 

MA Al-Azhar Menganti Aktif Ikuti Workshop Kurikulum Berbasis Cinta

Menganti — MA Al-Azhar Menganti menunjukkan komitmennya dalam memperkuat kualitas pembelajaran yang humanis dan berkarakter dengan mengikuti Workshop Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta yang diselenggarakan oleh Institut Al-Azhar (ISTAZ). Kegiatan ini diikuti oleh seluruh guru MA Al-Azhar bersama guru satuan pendidikan lain dalam lingkup LPI Al-Azhar Menganti.

Workshop dilaksanakan secara bertahap dalam tiga batch, yakni batch 1 pada 8–9 Desember 2025, batch 2 pada 10–11 Desember 2025, dan batch 3 pada 12–13 Desember 2025. Bertempat di Hall Sultan Mahmud, kegiatan berlangsung setiap hari dalam tiga sesi, yaitu sesi pertama pukul 07.30–09.30, sesi kedua pukul 10.00–12.00, dan sesi ketiga pukul 13.00–14.30.

Kegiatan secara resmi dibuka oleh Ketua Yayasan sekaligus Pengasuh Pondok Pesantren Darul Ihsan Menganti, Dr. K.H. Mulyadi, MM. Dalam sambutannya, beliau menegaskan pentingnya menghadirkan nilai cinta, empati, dan kepedulian dalam proses pendidikan. Dukungan penuh terhadap kegiatan ini juga ditunjukkan dengan kehadiran beliau yang mengikuti rangkaian workshop secara utuh sejak hari pertama hingga hari keenam.

MA Al-Azhar Menganti menjadi salah satu peserta utama dalam workshop ini dengan mengikutsertakan seluruh guru secara aktif. Kehadiran para guru dimaksudkan agar pemahaman mengenai Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) dapat diimplementasikan secara menyeluruh dan berkelanjutan dalam proses pembelajaran di madrasah.

Workshop menghadirkan Dr. Moh. Rifqi Rahman, M.Pd sebagai pemateri utama. Dalam pemaparannya, peserta dibekali pemahaman komprehensif tentang Kurikulum Berbasis Cinta, strategi implementasinya, serta praktik penerapannya dalam kegiatan intrakurikuler, ekstrakurikuler, dan kokurikuler. Materi disampaikan secara aplikatif dan kontekstual dengan kondisi pembelajaran di madrasah.

Selama kegiatan berlangsung, guru-guru MA Al-Azhar Menganti terlibat aktif dalam sesi tanya jawab dan diskusi reflektif. Pada kesempatan tersebut, pemateri juga memberikan saran dan evaluasi konstruktif terkait proses belajar-mengajar, pengelolaan kelas, serta penguatan iklim madrasah yang aman, nyaman, dan berlandaskan nilai-nilai cinta.

Melalui keikutsertaan dalam workshop ini, MA Al-Azhar Menganti berharap para guru mampu mengimplementasikan Kurikulum Berbasis Cinta secara konsisten dalam kegiatan pembelajaran sehari-hari. Dengan demikian, madrasah diharapkan semakin mampu mewujudkan lingkungan pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada prestasi akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter dan kepribadian peserta didik secara utuh.

 

Leave a Reply