PERAN MADRASAH DALAM MENINGKATKAN KUALITAS KARAKTER GENERASI MUDA DI MA AL-AZHAR
Oleh: Abdhi Wildhan Arifin*
Demoralisasi
Merosotnya moral remaja (demoralisasi) tidak dapat dipungkiri merupakan dampak dari teknologi, informasi, dan komunikasi yang semakin berkembang. Hal ini dikarenakan segala informasi, baik itu fakta atau opini, benar atau salah, semakin mudah diakses dengan perkembangan teknologi. Sedangkan, tidak semua generasi muda mampu untuk beradaptasi menerima perkembangan zaman atau cultural shock. Tidak mampu disini bukan berarti tidak dapat mengoperasikan teknologi, namun tidak dapat mengoperasikan teknologi untuk hal yang positif. Teknologi yang harusnya jadi alternatif untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia, malah menjadi pisau pembunuh bagi diri sendiri akibat pengaruh dampak negatif dari teknologi seperti halnya meniru budaya barat (westernisasi), pergaulan bebas, freesex, curanmor, tawuran antar pelajar, narkoba, dan lain-lain.
Di samping itu, lingkungan tempat interaksi generasi muda juga dapat mempengaruhi kualitas moral generasi muda tersebut. Lingkungan sekitar yang baik akan menciptakan pola perilaku yang baik juga bagi generasi muda. Sebaliknya lingkungan yang buruk akan memberi dampak menurunnya moral remaja. Seperti yang telah diterangkan Syeikh Abu Basyir al-Dimawi dalam kitab Alala, yang artinya: “Dalam meneliti seseorang janganlah bertanya pada orang tersebut tapi tanyalah kepada temannya, karena sesungguhnya seseorang pasti mengikuti perbuatan temannya”
Karakter Generasi Penerus Bangsa
Karakter individu yang baik tidak hanya akan memberikan manfaat terhadap individu itu sendiri. Namun, juga memberikan manfaat bagi lingkungan sekitarnya. Beberapa manfaat karakter yang baik bagi individu, yakni: Pertama, individu tersebut cenderung memiliki sikap disiplin yang tinggi, karena individu tersebut akan merasa jika dia tidak disiplin maka sama halnya dia tidak memanfaatkan waktu dan kesempatan semaksimal mungkin, mekispun itu dalam hal yang kecil. Kedua, dapat mengambil hikmah atau pelajaran dari hal–hal di sekelilingnya. Dapat mengambil pelajaran dari hal yang berada di sekitarnya termasuk indikator karakter penerus bangsa, karena individu tersebut senantiasa akan merenungi setiap kejadian yang ada di sekelilingnya. Allah SWT telah berfirman dalam Al-Quran, yang artinya:
“Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi serta pergantian malam dan siang terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi orang yang berakal, (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri, duduk, atau dalam keadaan berbaring, dan memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata), “Ya Tuhan kami, tidaklah Engkau menciptakan semua ini sia-sia. Mahasuci Engkau. Lindungilah kami dari azab neraka.” (QS. Ali Imran:190-191).
Dari kutipan ayat tersebut dapat dipahami bahwa setiap sesuatu yang ada disekitar kita tidak ada yang sia-sia. Semua pasti ada hikmahnya bagi orang yang berakal, yakni orang yang selalu merenungi setiap peristiwa yang terjadi di sekitarnya. Sebagai penerus bangsa, kita harus memiliki kepekaan terhadap segala situasi yang terjadi di masyarakat. Dengan demikian, segala problem dapat segera diselesaikan tanpa kesulitan yang tinggi.
Peran Madrasah
Para siswa madrasah dalam kesehariannya, selain diberi wawasan terkait ilmu pengetahuan umum, mereka juga mendapat wawasan yang luas terkait bagaimana menjadi siswa yang memiliki karakter yang baik. Dalam kaitan inilah mengapa madrasah memberi materi yang mumpuni terkait pemahaman agama. Pengetahuan agama meliputi pendidikan akidah (keyakinan) dan akhlak (budi pekerti), hubungan sains dengan agama melalui Al-Quran dan hadits, sejarah umat terdahulu melalui sejarah kebudayaan Islam, dan lain-lain. Tidak kurang siswa madrasah yang dapat bersaing di dunia kompetisi sains maupun teknologi. Hal ini membuktikan bahwa madrasah juga tidak dapat diragukan dalam mencetak generasi yang kompeten di berbagai bidang.
Setiap siswa harus memiliki karakter yang mantap iman taqwanya serta cakap ilmu pengetahuan dan teknologinya. Sesuai dengan visi Madrasah Aliyah Al-Azhar Menganti, Gresik, yakni: “Menjadi madrasah yang unggul dalam mencetak generasi mantap IMTAQ (Iman dan Taqwa) dan cakap IPTEK (Ilmu Pengetahuan dan Teknologi).”. Pendidikan karakter yang diterapkan di Madrasah Aliyah Al-Azhar (MA Al-Azhar) Menganti, Gresik diberikan melalui metode seperti pembiasaan melakukan ibadah sholat sunnah dhuha, berdoa sebelum dan sesudah proses pembelajaran, kegiatan belajar outdoor yang bertujuan untuk merenungi keagungan ciptaan Allah SWT, dan menghubungkan kejadian alam dengan konteks agama islam. Melalui metode pendidikan tersebut, para siswa dapat memilik karakter yang baik seperti halnya nilai yang terkandung dalam mabadiul khomsah atau mabadi khoiro ummah. Sebagai siswa madrasah, patutlah kita berkarakter mulia, meliputi saling sikap jujur atau benar (ash-Shidqu), dapat menunaikan janji (al-Wafa bil ‘Ahdi), saling tolong menolong (at-Ta’awun), konsistensi atau keteguhan dalam berpendirian (al-Istiqomah), dan adil dalam mengambil keputusan (al- ‘Adalah).
*) Penulis adalah Siswa Kelas XII-3 MA Al-Azhar Menganti asal Benjeng, Gresik.