Berita Terbaru

71 Siswa-Siswi MA yang Lulus Munaqosyah Tilawati Diapresiasi di Haflah Khotmil Quran LPTQ Al-Azhar

 

Komitmen MA Al-Azhar Menganti untuk mewujudkan siswa yang mantap imtaq dan unggul iptek salah satunya adalah melalui proses pembinaan Al-qur’an, baik yang terintegrasi dalam kurikulum madrasah maupun di luar jam sekolah melalui kurikulum pondok pesantren.

Ketekunan para siswa dan keuletan para guru pembina dari Tim Madrosatul Qur’an membuahkan hasil dengan lulusnya sekitar 24 siswa dan 47 siswi dalam munaqosyah Tilawati tahun ini. Dengan rincian 44 siswa lulus munaqosyah standar santri dan 27 siswa lulus munaqosyah standar guru.

Wujud apresiasi sekaligus rasa syukur akan kerja keras para siswa dituangkan dalam bentuk acara Haflah Khotmil Qur’an yang diselenggarakan pada Kamis (19/6).

Di acara yang juga mengundang orang tua peserta tersebut, para siswa MA Al-Azhar yang lulus menerima syahadah tilawati dan diberikan langsung oleh Kepala Madrasah, Ustadz Rohmatul Amri, M.Pd.

Acara yang dimulai sejak jam 07.00 ini dibuka dengan khotmul qur’an. Masing-masing peserta mendapat bagian satu juz, sambil lalu dilantunkan murottal surat Ar-Rahmaan di panggung oleh perwakilan siswa tiap satminkal. Dan dilanjut dengan sambutan oleh K.H. Nur Kholis, M.Pd selaku Direktur Lembaga Pengembangan Ta’limul Qur’an (LPTQ) Al-Azhar Menganti.

“Tolong bapak dan ibu memberi support agar anak-anak ini terus istiqomah baca al-qur’an dan terus mendoakan kedua orang tuanya.” Pesan K.H. Nur Kholis, M.Pd dalam sambutannya.

Juga turut memberi sambutan Ketua Yayasan sekaligus Pengasuh Pondok Pesantren Darul Ihsan Menganti, Dr. K.H. Mulyadi, M.M.

“Lembaga ini sejak didirikan berkomitmen untuk mengawal proses pembelajaran al-qur’an sebagai wujud cinta kita kepada anak bangsa ini adalah mereka harus dibekali al-qur’an.” Tegas Dr. K.H. Mulyadi. Beliau juga menyinggung perang antara Israel dan Iran yang saat ini berlangsung seraya menegaskan bahwa tidak ada yang menginginkan perang. “Semua orang ingin damai. Salah satu kunci kedamaian dalam diri kita itu ada ketika al-qur’an dibaca.”

Acara dilanjut dengan mauidhoh hasanah oleh K.H. Muhammad Fathoni Dimyati, Lc. Beliau menjelaskan keutamaan ilmu dengan sesekali mengaitkannya dengan pengalaman beliau yang pernah lama belajar dan diundang berdakwah di luar negeri seperti Syiria, Mesir, Arab Saudi, Jerman, Amerika Serikat hingga Belanda. “Banyak ilmu-ilmu yang diduga itu bukan ilmu agama, ternyata membuka pintu dakwah seluas-luasnya.”

Apresiasi khusus diberikan kepada para lulusan terbaik dari setiap lembaga. Dari MA Al-Azhar, siswi atas nama Saidah Sya’baniyah terpilih sebagai lulusan terbaik standar santri, sedangkan untuk standar guru, status tersebut diperoleh oleh Mariva Qowiyyu Matin. Keduanya merupakan siswi kelas XI.

Peserta haflah sejumlah 71 ini didapat dari proses munaqosyah yang dilakukan sepanjang tahun pelajaran ini. Terhitung sudah terlaksana sebanyak empat kali munaqosyah standar santri dan dua kali munaqosyah standar guru. Tidak berhenti hingga disitu, target selanjutnya bagi lulusan standar santri adalah menaikkan tingkat ke standar guru, sedangkan bagi lulusan standar guru agar menaikkan tingkatnya ke level yang lebih tinggi melalui pembinaan microteaching dan praktik tutor sebaya.

Leave a Reply